Show simple item record

dc.contributor.authorLasto, Umayra
dc.date.accessioned2025-07-08T05:59:08Z
dc.date.available2025-07-08T05:59:08Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56757
dc.description.abstractPeningkatan kinerja perkerasan jalan tidak hanya dapat dilakukan melalui inovasi bahan material, seperti penggunaan limbah geothermal sebagai substitusi filler. Upaya tersebut juga dapat dilakukan melalui penerapan metode baru dalam proses pencampuran, yaitu metode pencampuran bertahap, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) dengan limbah geothermal sebagai substitusi filler menggunakan metode pencampuran bertahap, mulai dari sisi kinerja volumetrik, kekuatan dan kelenturan, serta durabilitas campuran. Penelitian dilakukan dengan uji eksperimental laboratorium yang mengacu pada SNI 8129 Tahun 2015 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 6 Revisi 2. Proses penelitian merujuk pada data sekunder (Tolab & Fauziah, 2024a; Tolab & Fauziah, 2024c) dari metode pencampuran konvensional dengan penggunaan filler limbah geothermal pada campuran SMA untuk dijadikan bahan pembanding kinerja pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran SMA dengan filler limbah geothermal menggunakan metode pencampuran bertahap menghasilkan kinerja yang lebih unggul dari segi volumetrik, kekuatan dan kelenturan, serta durabilitas campuran dibandingkan dengan metode pencampuran konvensional. Pencampuran bertahap menghasilkan rongga yang lebih rendah dan distribusi aspal yang lebih merata serta meningkatkan stone-on-stone contact agregat. Selain itu, penggunaan filler limbah geothermal meningkatkan kekuatan dan kelenturan campuran, membuatnya mampu menahan beban lebih tinggi dan mencegah disintegrasi berlebih. Durabilitas campuran SMA juga lebih baik karena ukuran void yang rendah dan sifat hydrophobic limbah geothermal yang membuatnya lebih tahan terhadap air dan suhu ekstrem. Berdasarkan prediksi umur dan kerusakan jalan, campuran dengan 40% filler limbah geothermal dapat bertahan hingga 33,5 tahun, lebih lama dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mencapai 33,3 tahun.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Pangan Padien_US
dc.subjectPDRB Pertanianen_US
dc.subjectProduksi Padien_US
dc.subjectInflasien_US
dc.subjectUpah Buruh Tanien_US
dc.titleAnalisis Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan Padi di Pulau Jawaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21313049


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record