Show simple item record

dc.contributor.authorFernanda, Andre Syavier
dc.date.accessioned2025-07-07T03:40:51Z
dc.date.available2025-07-07T03:40:51Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56715
dc.description.abstractPerkembangan pariwisata di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun 2023 hingga 2024. Hal ini ditandai dengan Kunjungan utama wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui pintu masuk bandara Ngurah Rai (Bali) dan Soekarnao-Hatta yang terus mengalami peningkatan. Bali menempati posisi kelima sebagai destinasi terbaik di dunia. Keindahan alam dan budaya yang dimiliki Bali memiliki ciri khas sehingga mendorong para wisatawan untuk berkunjung. Pariwisata merupakan industri yang menjadi andalan bagi pemerintah Bali. Seiring dengan perkembangan pariwisata, banyak hotel, penginapan atau homestay yang berkembang di Bali. Berdasarkan data BPS provinsi Bali, khususnya di wilayah Buleleng, Bali utara. Terdapat 12 hotel berbintang di kawasan buleleng. Selain itu, tercatat terdapat 194 hotel non bintang. Namun, di antara berbagai jenis akomodasi tersebut Resort tematik jarang sekali ada yang menawarkan. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan resort dengan pendektan regonalisme dengan menawarkan kegiatan ekowisata mengenal lingkungan dan budaya masyarakat Bali yang akan menjadi daya tarik baru yang dapat meningkatkan potensi pariwisata di Bali Utara, Khususnya di Kecamataan Buleleng, mengingat keberadaan resort dapat menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dan lebih eksklusif bagi para wisatawan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPariwisataen_US
dc.subjectResorten_US
dc.subjectEkowisataen_US
dc.subjectRegionalismeen_US
dc.titlePerancangan Eco-Tourist Resort dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme di Desa Buleleng Bali Utaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512133


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record