Perancangan Eco-Tourist Resort dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme di Desa Buleleng Bali Utara
Abstract
Perkembangan pariwisata di Indonesia terus mengalami
peningkatan dari tahun 2023 hingga 2024. Hal ini ditandai
dengan Kunjungan utama wisatawan mancanegara ke
Indonesia melalui pintu masuk bandara Ngurah Rai (Bali)
dan Soekarnao-Hatta yang terus mengalami peningkatan.
Bali menempati posisi kelima sebagai destinasi terbaik di
dunia. Keindahan alam dan budaya yang dimiliki Bali
memiliki ciri khas sehingga mendorong para wisatawan
untuk berkunjung. Pariwisata merupakan industri yang
menjadi andalan bagi pemerintah Bali. Seiring dengan
perkembangan pariwisata, banyak hotel, penginapan atau
homestay yang berkembang di Bali. Berdasarkan data BPS
provinsi Bali, khususnya di wilayah Buleleng, Bali utara.
Terdapat 12 hotel berbintang di kawasan buleleng. Selain
itu, tercatat terdapat 194 hotel non bintang. Namun, di
antara berbagai jenis akomodasi tersebut Resort tematik
jarang sekali ada yang menawarkan. Hal ini membuka
peluang untuk pengembangan resort dengan pendektan
regonalisme dengan menawarkan kegiatan ekowisata
mengenal lingkungan dan budaya masyarakat Bali yang
akan menjadi daya tarik baru yang dapat meningkatkan
potensi pariwisata di Bali Utara, Khususnya di Kecamataan
Buleleng, mengingat keberadaan resort dapat menawarkan
pengalaman menginap yang berbeda dan lebih eksklusif
bagi para wisatawan.
Collections
- Architecture [3984]
