Segmentasi Wisata Kuliner menggunakan DBSCAN dan Latent Dirichlet Allocation (Studi Kasus : Wisata Kuliner di Kota Yogyakarta)
Abstract
Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia
setelah provinsi Bali. Kota Yogyakarta sendiri juga dikenal sebagai salah satu
destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia. Kota ini menawarkan berbagai pilihan
makanan yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Pemahaman yang lebih
mendalam tentang distribusi lokasi wisata kuliner dan tema ulasan yang dominan
dapat mendukung pengembangan pariwisata yang lebih terarah. Berdasarkan hal
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan lokasi wisata kuliner
berdasarkan kepadatan dan mengidentifikasi topik utama dalam klaster yang
tebentuk dengan data review konsumen. Penelitian diawali dengan metode kuadran
dan Ripley’s K-Function untuk mengukur pola persebaran tempat kuliner, lalu
dilanjutkan metode Density-Based Spatial Clustering of Application with noise
(DBSCAN) untuk clustering, kemudian metode Latent Dirichlet Allocation (LDA)
untuk pemodelan topik. Hasil penelitian DBSCAN diperoleh lima klaster utama
dan satu klaster noise dengan Silhouette Score sebesar 0.54 dan Davies-Bouldin
Index (DBI) sebesar 0.78. Hasil dari LDA diperoleh jumlah topik pada klaster noise
yaitu 5 topik dengan coherence score 0.436, dan untuk klaster utama diperoleh 2
topik dengan coherence score 0.447. Berdasarkan hasil perbandingan topik, klaster
noise menggambarkan tempat kuliner yang lebih menggambarkan pengalaman
makan modern yang lengkap, mulai dari rasa, suasana, hingga kenyamanan,
sedangkan klaster utama mencerminkan tempat kuliner yang lebih spesifik terhadap
makanan khas dan nilai-nilai tradisional kuliner lokal.
Collections
- Statistics [1223]
