Show simple item record

dc.contributor.authorAulia, Salma Mardiatul
dc.date.accessioned2025-07-02T03:32:26Z
dc.date.available2025-07-02T03:32:26Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56671
dc.description.abstractLatar belakang: Penyiapan dan pemberian obat adalah tahapan penting dalam dispensing obat. Tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan memiliki tanggungjawab atas penyiapan dan pemberian obat yang aman. Studi tentang penyiapan dan pemberian obat pengobatan dikalangan tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan di Indonesia terutama di Jawa Barat masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil, keterlibatan, tantangan, permasalahan, serta hambatan yang dihadapi oleh tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan dalam penyiapan campuran intravena (IV) di rumah sakit. Metode: Penelitian ini adalah studi cross-sectional yang melibatkan tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan di rumah sakit umum dan swasta di Jawa Barat ,Indonesia. Partisipan dipilih menggunakan teknik sampling yang mudah. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang diisi sendiri menggunakan Google Forms. Kuesioner mencakup informasi sosio-demografi, hambatan dalam pelaporan kesalahan pengobatan, campuran intravena, praktik penyiapan, tantangan. Hasil yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Mayoritas responden berusia produktif (rata-rata 36 tahun) dan didominasi perempuan. Sebagian besar telah mengikuti pelatihan terkait penyiapan IV, meskipun pelaksanaannya masih sering dilakukan di ruang non-steril atau kombinasi steril dan non-steril. Masalah yang sering terjadi adalah kesalahan konsentrasi dan dosis, disebabkan oleh keterbatasan pelatihan, waktu, dan fasilitas. Hambatan utama dalam pelaporan kesalahan berasal dari faktor budaya organisasi dan sistem pelaporan, bukan dari faktor individu atau manajemen. Kesimpulan: Kolaborasi tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan perlu diperkuat dalam penyiapan IV melalui pelatihan dan fasilitas yang memadai. Selain itu, budaya organisasi yang mendukung pelaporan tanpa menyalahkan individu penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas sistem pelaporan kesalahan pengobatanen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTenaga Kefarmasianen_US
dc.subjectTenaga Keperawatanen_US
dc.subjectCampuran Intravenaen_US
dc.subjectPenyiapanen_US
dc.titlePraktik Tenaga Kefarmasian dan Tenaga Keperawatan dalam Penyiapan Intravena di Rumah Sakit Jawa Baraten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613087


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record