• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Praktik Tenaga Kefarmasian dan Tenaga Keperawatan dalam Penyiapan Intravena di Rumah Sakit Jawa Barat

    Thumbnail
    View/Open
    21613087.pdf (2.975Mb)
    Date
    2025
    Author
    Aulia, Salma Mardiatul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Penyiapan dan pemberian obat adalah tahapan penting dalam dispensing obat. Tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan memiliki tanggungjawab atas penyiapan dan pemberian obat yang aman. Studi tentang penyiapan dan pemberian obat pengobatan dikalangan tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan di Indonesia terutama di Jawa Barat masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil, keterlibatan, tantangan, permasalahan, serta hambatan yang dihadapi oleh tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan dalam penyiapan campuran intravena (IV) di rumah sakit. Metode: Penelitian ini adalah studi cross-sectional yang melibatkan tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan di rumah sakit umum dan swasta di Jawa Barat ,Indonesia. Partisipan dipilih menggunakan teknik sampling yang mudah. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang diisi sendiri menggunakan Google Forms. Kuesioner mencakup informasi sosio-demografi, hambatan dalam pelaporan kesalahan pengobatan, campuran intravena, praktik penyiapan, tantangan. Hasil yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Mayoritas responden berusia produktif (rata-rata 36 tahun) dan didominasi perempuan. Sebagian besar telah mengikuti pelatihan terkait penyiapan IV, meskipun pelaksanaannya masih sering dilakukan di ruang non-steril atau kombinasi steril dan non-steril. Masalah yang sering terjadi adalah kesalahan konsentrasi dan dosis, disebabkan oleh keterbatasan pelatihan, waktu, dan fasilitas. Hambatan utama dalam pelaporan kesalahan berasal dari faktor budaya organisasi dan sistem pelaporan, bukan dari faktor individu atau manajemen. Kesimpulan: Kolaborasi tenaga kefarmasian dan tenaga keperawatan perlu diperkuat dalam penyiapan IV melalui pelatihan dan fasilitas yang memadai. Selain itu, budaya organisasi yang mendukung pelaporan tanpa menyalahkan individu penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas sistem pelaporan kesalahan pengobatan
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56671
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV