• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengendalian Risiko dari Identifikasi Potensi Bahaya pada Proses Produksi Pupuk dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: PT Safa Agrotek Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    18522232.pdf (2.111Mb)
    Date
    2025
    Author
    Nailiya, Indah Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. SAFA Agrotek Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pupuk NPK padat dan mikro dengan bahan baku utama Zinc (Zn) dan Copper (Cu). Dalam satu hari, jumlah pupuk yang diproduksi oleh perusahaan sebanyak ±5 ton pupuk dalam dua shift kerja. Dengan kebutuhan permintaan yang selalu meningkat, perusahaan wajib memperhatikann hak-hak pekerja akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga tercipta produktivitas dan kondisi kerja yang aman. Maka dari itu, peneliti melakukan identifikasi dan penilaian potensi bahaya dengan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan observasi langsung, wawancara dan membagikan kuesioner kepada expert. Dari tujuh stasiun kerja yang ada, peneliti mendapatkan 24 potensi bahaya yang terdiri dari 7 potensi bahaya berkategori extreme, 12 potensi bahaya berkategori high, 3 potensi bahaya berkategori medium, dan 2 potensi bahaya berkategori low. Dari potensi-potensi bahaya tersebut, peneliti melakukan pengurutan prioritas potensi bahaya yang dilakukan pengendalian yang berkategori extreme dan high dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Dari perhitungan eugene value dengan metode AHP didapatkan urutan potensi bahaya yang harus segera dilakukan pengendalian yaitu Tangan yang Terluka Karena Mesin Crushing (P3), Kaki Terlindas Roda (P5), Mengalami Luka Bakar (P7), Gangguan Pernapasan dan Penglihatan (P2), Tangan yang Terluka Karena Mesin Jahit (P4), Konsleting Listrik (P1), dan yang terakhir Nyeri Punggung dan Risiko Terpapar Musculoskeletal Disorders (MSDs) (P6). Dari potensi-potensi bahaya tersebut, peneliti melakukan analisis akar penyebab menggunakan metode 5 Whys sehingga didapatkan bentuk- bentuk pengendalian risiko seperti subtitusi, administrative controls, engineering controls, dan Alat Pelindung Diri (APD).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56665
    Collections
    • Industrial Engineering [2908]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV