Show simple item record

dc.contributor.authorHariandi, Amalia
dc.date.accessioned2025-07-01T07:31:12Z
dc.date.available2025-07-01T07:31:12Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56662
dc.description.abstractPeningkatan kebutuhan gaharu didorong oleh keunggulan aromanya yang dapat diaplikasikan dalam beragam produk, namun kayu gaharu yang sering digunakan merupakan gaharu dengan kualitas tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan kayu gaharu yang rusak secara alami untuk menghasilkan ekstrak kayu gaharu dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi berbantu microwave dengan variasi pelarut etanol dan etil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap hasil ekstraksi serta menentukan pelarut yang paling efektif dalam mengkestrak kayu gaharu. Proses dimulai dengan menghaluskan kayu gaharu kemudian dilakukan microwave selama 3 x 3 menit dengan daya 180 Watt, lalu dikeringkan dan dimaserasi selama lima hari. Kemudian dilanjutkan dengan evaporator untuk memperoleh ekstrak kayu gaharu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut etil asetat menghasilkan rendemen ekstrak yang lebih tinggi (0,1982 gram dan 0,991%) dibandingkan dengan etanol. Analisis menggunakan instrumen GC-MS mengungkapkan bahwa perlakuan microwave dapat meningkatkan rendemen ekstrak, namun dapat menyebabkan hilangnya senyawa seskuiterpen khas gaharu, yaitu 10-epi-γ- eudesmol yang terdeteksi pada ekstrak tanpa pretreatment microwave.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGC-MSen_US
dc.subjectKayu Gaharu Rusak Alamien_US
dc.subjectEkstraksi Kayu Gaharuen_US
dc.subjectMaserasi Berbantu Microwaveen_US
dc.subjectPelarut Etanolen_US
dc.subjectPelarut Etil Asetaten_US
dc.titlePengaruh Variasi Pelarut Terhadap Maserasi Ekstrak Kayu Gaharu Berbantu Microwaveen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21612093


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record