Pengaruh Variasi Pelarut Terhadap Maserasi Ekstrak Kayu Gaharu Berbantu Microwave
Abstract
Peningkatan kebutuhan gaharu didorong oleh keunggulan aromanya yang dapat
diaplikasikan dalam beragam produk, namun kayu gaharu yang sering digunakan
merupakan gaharu dengan kualitas tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini
mengeksplorasi pemanfaatan kayu gaharu yang rusak secara alami untuk
menghasilkan ekstrak kayu gaharu dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi
berbantu microwave dengan variasi pelarut etanol dan etil asetat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap hasil ekstraksi serta
menentukan pelarut yang paling efektif dalam mengkestrak kayu gaharu. Proses
dimulai dengan menghaluskan kayu gaharu kemudian dilakukan microwave selama
3 x 3 menit dengan daya 180 Watt, lalu dikeringkan dan dimaserasi selama lima
hari. Kemudian dilanjutkan dengan evaporator untuk memperoleh ekstrak kayu
gaharu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut etil asetat menghasilkan
rendemen ekstrak yang lebih tinggi (0,1982 gram dan 0,991%) dibandingkan
dengan etanol. Analisis menggunakan instrumen GC-MS mengungkapkan bahwa
perlakuan microwave dapat meningkatkan rendemen ekstrak, namun dapat
menyebabkan hilangnya senyawa seskuiterpen khas gaharu, yaitu 10-epi-γ-
eudesmol yang terdeteksi pada ekstrak tanpa pretreatment microwave.
Collections
- Chemistry [753]
