| dc.description.abstract | Latar belakang: Tetrasiklin sering ditemukan sebagai residu dalam pangan dan
berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik. Metode deteksi tetrasiklin saat ini,
seperti kromatografi dan spektrofluorometri, memiliki keterbatasan seperti mahal,
lama, dan kompleks. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode aptasensor yang
dapat menjadi alternatif untuk deteksi tetrasiklin karena sederhana, murah, cepat,
sensitif, serta spesifik terhadap targetnya.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui spesifisitas metode AuNPs-
aptamer dalam mendeteksi residu tetrasiklin pada produk pangan yang beredar di
masyarakat.
Metode: Sintesis AuNPs dalam penelitian menggunakan metode Turkevich.
Optimasi konsentrasi AuNPs-aptamer TET dilakukan sebelum pengujian. Aspek
karakterisasi AuNPs-aptamer TET meliputi panjang gelombang maksimal, ukuran
partikel, dan potensial zeta. Cross-reactivity dilakukan terhadap tetrasiklin,
enrofloksasin, dan amoksisilin. Sedangkan interferensi dilakukan pada ekstrak
daging ayam, kaldu daging ayam, susu, dan WFI. Analisis hasil dilakukan dengan
uji statistik berupa ANOVA.
Hasil: Sintesis metode Turkevich menghasilkan AuNPs berwarna merah anggur.
AuNPs-aptamer TET memiliki panjang gelombang maksimal 259 nm, ukuran
partikel 49,7 nm, dan potensial zeta -13,5 mV. Uji cross-reactivity menunjukkan
absorbansi tetrasiklin secara konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan
amoksisilin dan enrofloksasin. Sementara pada uji interferensi menunjukkan
absorbansi hasil yang tidak berbeda secara signifikan diantara keempat sampel.
Kesimpulan: AuNPs-aptamer TET menunjukkan hasil yang spesifik terhadap
tetrasiklin ditunjukkan dengan hasil uji cross-reactivity dan interferensi. | en_US |