• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki Serta Faktor-faktor yang memengaruhi pada Pengobatan Gangguan Tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping

    Thumbnail
    View/Open
    21613085.pdf (4.607Mb)
    Date
    2025
    Author
    Khoerunnisa, Salma Khalda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Pengobatan tiroid melibatkan berbagai pilihan obat yang memiliki tingkat efektivitas yang beragam. Selain itu, reaksi yang timbul dari penggunaan obat dapat berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor yang memengaruhinya. Tujuan: Penelitian ini menilai efektivitas dan menganalisis gambaran kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) serta faktor-faktor yang memengaruhi dari penggunaan obat gangguan tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian menggunakan rancangan observasional potong-lintang retrospektif pada pasien gangguan tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2020–2024. Analisis hasil: Efektivitas dan ROTD dinilai berdasarkan gejala dan/atau tanda klinis dalam rekam medis. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji bivariat (chi-square/Fisher exact) dan regresi logistik multivariat, dengan hasil disajikan dalam nilai p, odds ratio (OR), dan interval kepercayaan 95% (IK95%). Hasil: Penelitian melibatkan 102 pasien hipertiroid dengan kombinasi PTU dan propranolol, serta 6 pasien hipotiroid dengan tunggal levotiroksin sebagai regimen pengobatan paling efektif. Faktor yang memengaruhi efektivitas hipertiroid yaitu usia (OR 3,266, IK 95% 1,112 – 11,795) dan jenis kelamin (OR 3,490, IK 95% 1,028 – 11,852). ROTD akibat penggunaan obat hipertiroid antara lain hipotiroid iatrogenik dan intoleransi gastrointestinal. Adapun pada pasien hipotiroid tidak dilakukan analisis mendalam dikarenakan keterbatasan jumlah sampel. Kesimpulan: Mayoritas pasien gangguan tiroid yang mendapatkan pengobatan menunjukan respon klinis yang diharapkan dengan kejadian ROTD pada pasien hipertiroid terjadi pada 15 pasien (14,7%). Sedangkan pada pasien hipotiroid tidak ditemukan kejadian ROTD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56596
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV