Show simple item record

dc.contributor.authorMelinda
dc.date.accessioned2025-06-23T05:55:01Z
dc.date.available2025-06-23T05:55:01Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56541
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh otoriter dari orang tua dengan tingkat grit pada remaja pertengahan. Grit didefinisikan sebagai ketekunan dan kegigihan dalam mengejar tujuan jangka panjang meskipun menghadapi rintangan, sedangkan pola asuh otoriter merujuk pada pendekatan yang menekankan pada kontrol dan kedisiplinan yang ketat dari orang tua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Pola Asuh Otoriter dan Skala Grit (Grit-S) dari Duckworth et al. Data diperoleh dari 141 remaja SMA yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan grit pada remaja dengan nilai korelasi r = -0.648 (Sig. = 0.000). Kontribusi pola asuh otoriter terhadap grit pada remaja mencapai 47%, yang berarti bahwa 47% variasi dalam tingkat grit remaja dapat dijelaskan oleh pola asuh otoriter dari orang tua. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang diterima remaja, maka semakin rendah tingkat ketekunan dan konsistensi dalam mengejar tujuan jangka panjang yang mereka miliki. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya pengasuhan yang mendukung, terbuka, dan mendorong kemandirian untuk menunjang pengembangan grit pada remaja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGriten_US
dc.subjectOrang Tuaen_US
dc.subjectPola Asuh Otoriteren_US
dc.subjectRemaja Pertengahanen_US
dc.titleHubungan Pola Asuh Otoriter terhadap Grit pada Remaja Pertengahanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320118


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record