Hubungan Pola Asuh Otoriter terhadap Grit pada Remaja Pertengahan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh otoriter dari orang tua
dengan tingkat grit pada remaja pertengahan. Grit didefinisikan sebagai ketekunan dan kegigihan
dalam mengejar tujuan jangka panjang meskipun menghadapi rintangan, sedangkan pola asuh
otoriter merujuk pada pendekatan yang menekankan pada kontrol dan kedisiplinan yang ketat
dari orang tua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Pola Asuh Otoriter
dan Skala Grit (Grit-S) dari Duckworth et al. Data diperoleh dari 141 remaja SMA yang dipilih
menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan
negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan grit pada remaja dengan nilai korelasi r
= -0.648 (Sig. = 0.000). Kontribusi pola asuh otoriter terhadap grit pada remaja mencapai 47%,
yang berarti bahwa 47% variasi dalam tingkat grit remaja dapat dijelaskan oleh pola asuh otoriter
dari orang tua. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter
yang diterima remaja, maka semakin rendah tingkat ketekunan dan konsistensi dalam mengejar
tujuan jangka panjang yang mereka miliki. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya
pengasuhan yang mendukung, terbuka, dan mendorong kemandirian untuk menunjang
pengembangan grit pada remaja.
Collections
- Psychology [244]
