• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tanggung Jawab PPAT terhadap Pemegang Hak Atas Tanah yang Proses Peralihannya Melanggar Hukum

    Thumbnail
    View/Open
    20410270 Bab 1.pdf (154.0Kb)
    20410270 Daftar Pustaka.pdf (113.9Kb)
    Date
    2025
    Author
    Saputri, Adelia Yola
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bertangung jawab atas proses peralihan hak atas tanah. Proses peralihan hak atas tanah ternyata didapati adanya pelanggaran secara unprosedural. Penelitian ini mengkaji tentang pertama, pertanggungjawaban PPAT terhadap proses peralihan hak atas tanah secara melanggar hukum. Kedua, perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah terhadap peralihan secara melanggar hukum. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan dan dokumen. Selanjutnya bahan hukum yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan, pertama PPAT bertanggung jawab terhadap proses peralihan hak atas tanah secara melanggar hukum karena keterlibatannya telah terbukti melakukan pembuatan akta yang tidak sesuai prosedur. Kedua, perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah terhadap peralihan hak secara melanggar hukum adalah dengan cara upaya perlindungan preventif untuk mencegah terjadinya sengketa dan upaya perlindungan represif apabila terjadi sengketa dan diselesaikan dengan langkah-langkah hukum. Saran yang diberikan adalah pertama, pengawasan PPAT harus diperketat secara preventif dan didukung oleh teknologi informasi. Sanksi yang tegas dan publikasi putusan akan meningkatkan efektivitas pengawasan. Kedua, memperkuat perlindungan hukum atas tanah melalui sosialisasi intensif, percepatan penyelesaian sengketa, dan bantuan hukum bagi korban.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56517
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV