• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemenuhan Hak Pilih Bagi Lanjut Usia (Lansia) yang mengalami Hambatan Fisik dan Sensorik (Studi Pemilih Lanjut Usia (Lansia) pada Pemilu 2024 di Kabupaten Blitar)

    Thumbnail
    View/Open
    21410695 Bab 1.pdf (406.5Kb)
    21410695 Daftar Pustaka.pdf (209.8Kb)
    Date
    2025
    Author
    Haris, Girlee Geniusy Dinastya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pemilihan umum merupakan manifestasi dari kedaulatan rakyat yang menjamin terpenuhinya hak pilih setiap warga negara, termasuk kelompok lanjut usia, untuk memilih pemimpin dan wakilnya dalam pemerintahan. Namun, dalam pelaksanaannya, pemilih lanjut usia, khususnya yang memiliki hambatan fisik dan sensorik belum bisa menggunakan hak pilih nya secara penuh dalam kontestasi pemilihan umum 2024 di Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menghambat pemilih lanjut usia dengan hambatan fisik dan sensorik menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum 2024 di Kabupaten Blitar, serta menganalisis kebijakan yang dikembangkan untuk pemenuhan hak pilih bagi pemilih lanjut usia yang mengalami hambatan fisik dan sensorik pada pemilihan umum 2024 di Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode hukum yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis dan kebijakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minimnya sosialisasi, pendataan yang belum optimal, serta kurangnya sarana layanan pemilihan umum menjadi faktor utama yang menghambat pemilih lanjut usia dengan hambatan fisik dan sensorik menggunakan hak pilihnya. Selain itu, mekanisme dan kebijakan yang dikembangkan oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Blitar sebagai upaya pemenuhan hak pilih bagi lansia dengan hambatan fisik dan sensorik melalui program sosialisasi dan TPS keliling belum dapat berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan karena belum adanya regulasi yang mengatur secara tegas mengenai kekhususan lansia dengan hambatan fisik dan sensorik dalam pelaksanaan pemilihan umum. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih detail dalam hal pendataan, sosialisasi, dan pencoblosan, agar hak politik pemilih lanjut usia dengan hambatan fisik maupun sensorik dapat terpenuhi secara optimal pada saat pemilihan umum.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56433
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV