| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi
struktur honeycomb core berbahan dasar ABS terhadap kekakuan bending pada
material komposit sandwich dengan skin dari karbon prepreg. Pembuatan spesimen
dilakukan menggunakan teknologi 3D printing dengan infill 100% dan proses
pelapisan dilakukan menggunakan metode vacuum bagging serta curing pada suhu
80°C selama 8 jam. Terdapat tiga variasi struktur honeycomb diskontinu yang diuji,
yakni spesimen A dengan 2 lantai dimana setiap lantai terdiri dari 1 mm tebal sekat
dan 2 mm tebal honeycomb, spesimen B dengan 3 lantai dimana setiap lantai terdiri
dari 1 mm tebal sekat dan 2 mm tebal honeycomb dan ditutup sekat 1 mm, dan
spesimen C dengan 3 lantai dimana susunan pertama dan ketiga menggunakan 1
mm untuk sekat dan honeycomb, lantai kedua menggunakan 1 mm untuk sekat dan
4 mm untuk honeycomb, dan ditutup sekat dengan tebal 1 mm. Uji bending
dilakukan berdasarkan standar ASTM C393 untuk memperoleh nilai tegangan
bending, kekakuan bending, dan kekakuan bending spesifik. Hasil pengujian
bending menunjukkan bahwa struktur dengan kode C menghasilkan nilai kekakuan
bending dan kekakuan bending spesifik tertinggi, yaitu masing-masing sebesar
18.444.842,17 N.mm2 dan 267.316,55 N.mm2/gr. Modus kegagalan yang diamati
pada spesimen meliputi ribs tearing, debonding, dan core crush, yang
menunjukkan hubungan erat antara desain struktur dan perilaku kegagalan
spesimen. Penambahan karbon prepreg sebagai skin terbukti meningkatkan
kekuatan struktural terhadap beban bending, namun kekuatan ikatan antara skin
dan core menjadi aspek penting dalam mencegah kegagalan debonding. | en_US |