• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Dimensi Struktur Bertingkat Diskontinu Honeycomb Core Terhadap Kekakuan Bending Material Komposit Serat Karbon Sandwich dan ABS

    Thumbnail
    View/Open
    19525148.pdf (4.276Mb)
    Date
    2025
    Author
    Faqih, Abdullah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi struktur honeycomb core berbahan dasar ABS terhadap kekakuan bending pada material komposit sandwich dengan skin dari karbon prepreg. Pembuatan spesimen dilakukan menggunakan teknologi 3D printing dengan infill 100% dan proses pelapisan dilakukan menggunakan metode vacuum bagging serta curing pada suhu 80°C selama 8 jam. Terdapat tiga variasi struktur honeycomb diskontinu yang diuji, yakni spesimen A dengan 2 lantai dimana setiap lantai terdiri dari 1 mm tebal sekat dan 2 mm tebal honeycomb, spesimen B dengan 3 lantai dimana setiap lantai terdiri dari 1 mm tebal sekat dan 2 mm tebal honeycomb dan ditutup sekat 1 mm, dan spesimen C dengan 3 lantai dimana susunan pertama dan ketiga menggunakan 1 mm untuk sekat dan honeycomb, lantai kedua menggunakan 1 mm untuk sekat dan 4 mm untuk honeycomb, dan ditutup sekat dengan tebal 1 mm. Uji bending dilakukan berdasarkan standar ASTM C393 untuk memperoleh nilai tegangan bending, kekakuan bending, dan kekakuan bending spesifik. Hasil pengujian bending menunjukkan bahwa struktur dengan kode C menghasilkan nilai kekakuan bending dan kekakuan bending spesifik tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 18.444.842,17 N.mm2 dan 267.316,55 N.mm2/gr. Modus kegagalan yang diamati pada spesimen meliputi ribs tearing, debonding, dan core crush, yang menunjukkan hubungan erat antara desain struktur dan perilaku kegagalan spesimen. Penambahan karbon prepreg sebagai skin terbukti meningkatkan kekuatan struktural terhadap beban bending, namun kekuatan ikatan antara skin dan core menjadi aspek penting dalam mencegah kegagalan debonding.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56411
    Collections
    • Mechanical Engineering [787]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV