• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implikasi Yuridis Atas Penyalahgunaan Keadaan oleh Kreditur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak atas Tanah Berdasarkan Kuasa Mutlak yang dibuat di Hadapan Notaris (Studi Kasus Putusan No.281/Pdt.G/2020/Pn.Sby. Jo No.63/Pdt./2021/Pt.Sby.)

    Thumbnail
    View/Open
    19410239 Bab 1.pdf (298.3Kb)
    19410239 Daftar Pustaka.pdf (98.62Kb)
    Date
    2025
    Author
    Haryanto, Muhammad Fadhil Habibie
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian terkait implikasi yuridis atas penyalahgunaan keadaan yang dilakukan oleh kreditur dengan bantuan Notaris pada Putusan No. 281/Pdt.G/2020/PN.Sby. Jo Putusan No.63/Pdt./2021/PT.Sby. Pembuatan PPJB berdasarkan kuasa mutlak. Permasalahan membahas bagaimana implikasi yuridis atas penyalahgunaan keadaan oleh kreditor dalam PPJB hak atas tanah berdasarkan kuasa mutlak yang dibuat di hadapan notaris pada Putusan No. 281/Pdt.G/2020/PN.Sby. Jo Putusan No.63/Pdt./2021/PT.Sby. dan bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap debitur dalam penyelesaian sengketa hutang piutang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta kasus. Penelitian hukum dilaksanakan dengan data sekunder yang merupakan data- data yang diperoleh dari bahan-bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu peneliti memaparkan apa adanya tentang suatu peristiwa hukum. Hasil penelitian bahwa implikasi yuridis yang terjadi yaitu menyatakan PPJB berdasarkan kuasa mutlak batal demi hukum dan dikatakan telah melanggar prinsip penyalahgunaan keadaan karena dapat dibuktikan terdapat klausul kuasa mutlak di dalam PPJB yang merupakan perbuatan melanggar hukum. Pengikatan jual beli tidak sah karena dibuat oleh pihak tanpa kebebasan berkehendak atau dibawah tekanan pihak lain. Kemudian perlindungan pihak debitur dengan cara upaya preventif dan represif. Preventif dengan cara negosiasi, perbaikan perjanjian, dan mediasi sedangkan represif melalui pengadilan dapat berakibat hukum dengan pembatalan perjanjian dan ganti rugi berupa kerugian immaterial dan materiil.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56391
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV