Show simple item record

dc.contributor.authorSahar, Fadhlurrahman
dc.date.accessioned2025-06-11T03:43:50Z
dc.date.available2025-06-11T03:43:50Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56354
dc.description.abstractKerusakan pada bearing dalam sistem mesin dapat menghambat proses produksi, menyebabkan kerugian finansial dan waktu. Kerusakan ini umumnya berupa cacat lokal seperti goresan pada lintasan dalam, lintasan luar, atau bola, serta cacat terdistribusi yang disebabkan oleh misalignment, ketidak bulatan, atau ketidak seragaman dimensi bola. Kerusakan bearing sering kali memicu getaran berlebih yang menimbulkan noise yang tidak diinginkan, terutama pada arah radial akibat cacat pada inner dan outer race. Penelitian menunjukkan bahwa sinyal getaran bearing sehat bersifat harmonis, sedangkan bearing rusak menghasilkan sinyal stokastik. Identifikasi kerusakan dilakukan dengan menyinkronkan frekuensi getaran menggunakan data parameter bearing, seperti diameter cincin dan jumlah bola. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik getaran bearing tergantung pada kondisinya. Bearing normal memiliki getaran stabil dengan amplitudo rendah, sementara bearing rusak menunjukkan peningkatan amplitudo, terutama pada frekuensi tertentu seperti 74 Hz (Ball Spin Frequency), 150 Hz (Ball Pass Frequency Outer), dan 205 Hz (Ball Pass Frequency Inner). Faktor lain yang memengaruhi getaran meliputi kondisi pelumasan, misalignment, dan unbalance. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya pemantauan sinyal getaran untuk mengantisipasi kerusakan bearing, sehingga kerugian pada mesin industri dapat diminimalkan secara efektif dan efisien.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleAnalisa Karakteristik Getaran Bearing Aksi- Radial pada Sistem Poros Rotoren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20525055


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record