Analisa Karakteristik Getaran Bearing Aksi- Radial pada Sistem Poros Rotor
Abstract
Kerusakan pada bearing dalam sistem mesin dapat menghambat proses
produksi, menyebabkan kerugian finansial dan waktu. Kerusakan ini umumnya
berupa cacat lokal seperti goresan pada lintasan dalam, lintasan luar, atau bola,
serta cacat terdistribusi yang disebabkan oleh misalignment, ketidak bulatan, atau
ketidak seragaman dimensi bola. Kerusakan bearing sering kali memicu getaran
berlebih yang menimbulkan noise yang tidak diinginkan, terutama pada arah radial
akibat cacat pada inner dan outer race. Penelitian menunjukkan bahwa sinyal
getaran bearing sehat bersifat harmonis, sedangkan bearing rusak menghasilkan
sinyal stokastik. Identifikasi kerusakan dilakukan dengan menyinkronkan
frekuensi getaran menggunakan data parameter bearing, seperti diameter cincin
dan jumlah bola. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik getaran bearing
tergantung pada kondisinya. Bearing normal memiliki getaran stabil dengan
amplitudo rendah, sementara bearing rusak menunjukkan peningkatan amplitudo,
terutama pada frekuensi tertentu seperti 74 Hz (Ball Spin Frequency), 150 Hz (Ball
Pass Frequency Outer), dan 205 Hz (Ball Pass Frequency Inner). Faktor lain yang
memengaruhi getaran meliputi kondisi pelumasan, misalignment, dan unbalance.
Kesimpulan ini menegaskan pentingnya pemantauan sinyal getaran untuk
mengantisipasi kerusakan bearing, sehingga kerugian pada mesin industri dapat
diminimalkan secara efektif dan efisien.
Collections
- Mechanical Engineering [749]
