Show simple item record

dc.contributor.authorPamungkas, Nur Fajril Dwi
dc.date.accessioned2025-06-10T06:15:40Z
dc.date.available2025-06-10T06:15:40Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56332
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis implikasi hukum terhadap gagal bayar transaksi Repurchase Agreement (REPO) oleh PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dari perspektif hukum perdata, hukum pasar modal, dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum yuridis doktrinal untuk menelaah undang-undang, peraturan, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan BEBS dalam memenuhi kewajibannya dalam transaksi REPO merupakan wanprestasi. Selain itu, kegagalan ini juga melibatkan regulasi pasar modal, yang berpotensi mengakibatkan sanksi administratif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari perspektif hukum Islam, transaksi ini mungkin melanggar prinsip larangan riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan transparansi, penerapan teknologi blockchain dan smart contract, serta penguatan kerangka regulasi sangat penting untuk mengurangi risiko tersebut dan melindungi kepentingan investor secara efektif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRepurchase Agreementen_US
dc.subjectPerlindungan Investoren_US
dc.subjectGagal Bayar Transaksi REPOen_US
dc.titlePerlindungan Hukum bagi Investor dalam Transaksi Repurchase Agreement (Studi Kasus Gagal Bayar Transaksi Repurchase Agreement Pada PT Berkah Beton Sadaya Tbk)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20410685


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record