Show simple item record

dc.contributor.authorSa’adah, Nurun Nailis
dc.date.accessioned2025-06-10T03:58:32Z
dc.date.available2025-06-10T03:58:32Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56320
dc.description.abstractAir limbah tenun umumnya mengandung tinggi polutan seperti logam berat, warna, dan senyawa organik yang berkontribusi secara signifikan terhadap pencemaran lingkungan. Kombinasi teknologi constructed wetland (CW) dan inokulasi bakteri sebagai alternatif teknologi yang cost-effective dan berkelanjutan diaplikasikan untuk memperbaiki kualitas air limbah tersebut. Meskipun begitu, efluen air limbah yang dihasilkan tidak menjamin keamanan bagi organisme akuatik jika dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, pengujian toksisitas efluen diperlukan untuk memvalidasi tingkat keamanan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kinerja sitem CW dengan tanaman Vetiveria zizanioides yang diinokulasi dengan bakteri Bacillus cereus, Bacillus spizizenii, dan Stenotrophomonas maltophilia dalam mengolah air limbah tenun dan menguji tingkat toksisitas akut dari efluen yang dihasilkan. Terdapat 3 jenis perlakuan, kontrol air limbah/ tanpa pengolahan (K), CW tanpa bakteri (C1), dan CW yang diinokulasi dengan bakteri (C2). Reaktor CW dioperasikan selama 56 hari secara batch dengan variasi beban konsentrasi air limbah 25%, 50%, dan 100%. Setiap beban konsentrasi air limbah, efluen yang dihasilkan dari pengolahan diuji tingkat toksisitasnya dengan metode Whole Effluent Toxicity (WET) menggunakan Daphnia magna sebagai organisme uji dan didapatkan nilai LC50 dan TUa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah tanpa pengolahan mengalami penurunan konsentrasi parameter COD (10,19 – 88,45%), warna (84,33 – 90,55%), dan amonia (53,06 – 67,82%), tetapi efluen yang dihasilkan masih bersifat toksik akut (LC50 1,52 – 200% dan TUa 0,50 – 65,62) dengan kategori slight acute toxicity hingga high acute toxicity. Sedangkan, sistem CW baik dengan ataupun tanpa inokulasi bakteri dapat menurunkan konsentrasi parameter COD (64,27 – 96,35%), warna (97,12 – 99,18%), dan amonia (60,81 – 89,14%) serta menghasilkan efluen yang bersifat tidak toksik akut (LC50 > 100% dan TUa < 1) pada semua beban konsentrasi air limbah. Analisis fisiologi pada D. magna yang dipaparkan pada efluen tanpa pengolahan menghasilkan dampak yang signifikan, dengan nilai laju detak jantung dan gerak thoracic limb yang lebih rendah dibandingkan dengan organisme kontrol (unexposed control). Sedangkan organisme yang dipaparkan pada efluen dari CW baik dengan maupun tanpa bakteri tidak berdampak signifikan pada nilai laju detak jantung dan thoracic limb. Dengan demikian, sistem constructed wetland, baik dengan maupun tanpa inokulasi bakteri, terbukti efektif dalam menurunkan konsentrasi polutan utama serta mengurangi tingkat toksisitas akut efluen, sehingga aman bagi organisme akuatik seperti D. magna.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectToksisitas Akuten_US
dc.subjectDaphnia Magnaen_US
dc.subjectWhole Effluent Toxicityen_US
dc.subjectAir Limbah Tenunen_US
dc.subjectConstructed Wetlanden_US
dc.subjectBakteri Endofiten_US
dc.subjectFitoremediasien_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Constructed Wetland dengan Inokulasi Bacillus sp. dan Stenotrophomonas sp. dalam mengolah Air Limbah Tenun ditinjau dari Kualitas Efluen dan Tingkat Toksisitasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22927018


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record