Evaluasi Kinerja Constructed Wetland dengan Inokulasi Bacillus sp. dan Stenotrophomonas sp. dalam mengolah Air Limbah Tenun ditinjau dari Kualitas Efluen dan Tingkat Toksisitas
Abstract
Air limbah tenun umumnya mengandung tinggi polutan seperti logam berat, warna, dan
senyawa organik yang berkontribusi secara signifikan terhadap pencemaran lingkungan.
Kombinasi teknologi constructed wetland (CW) dan inokulasi bakteri sebagai alternatif
teknologi yang cost-effective dan berkelanjutan diaplikasikan untuk memperbaiki kualitas air
limbah tersebut. Meskipun begitu, efluen air limbah yang dihasilkan tidak menjamin
keamanan bagi organisme akuatik jika dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, pengujian
toksisitas efluen diperlukan untuk memvalidasi tingkat keamanan tersebut. Tujuan penelitian
ini yaitu untuk mengevaluasi kinerja sitem CW dengan tanaman Vetiveria zizanioides yang
diinokulasi dengan bakteri Bacillus cereus, Bacillus spizizenii, dan Stenotrophomonas
maltophilia dalam mengolah air limbah tenun dan menguji tingkat toksisitas akut dari efluen
yang dihasilkan. Terdapat 3 jenis perlakuan, kontrol air limbah/ tanpa pengolahan (K), CW
tanpa bakteri (C1), dan CW yang diinokulasi dengan bakteri (C2). Reaktor CW dioperasikan
selama 56 hari secara batch dengan variasi beban konsentrasi air limbah 25%, 50%, dan
100%. Setiap beban konsentrasi air limbah, efluen yang dihasilkan dari pengolahan diuji
tingkat toksisitasnya dengan metode Whole Effluent Toxicity (WET) menggunakan Daphnia
magna sebagai organisme uji dan didapatkan nilai LC50 dan TUa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa air limbah tanpa pengolahan mengalami penurunan konsentrasi
parameter COD (10,19 – 88,45%), warna (84,33 – 90,55%), dan amonia (53,06 – 67,82%),
tetapi efluen yang dihasilkan masih bersifat toksik akut (LC50 1,52 – 200% dan TUa 0,50 –
65,62) dengan kategori slight acute toxicity hingga high acute toxicity. Sedangkan, sistem
CW baik dengan ataupun tanpa inokulasi bakteri dapat menurunkan konsentrasi parameter
COD (64,27 – 96,35%), warna (97,12 – 99,18%), dan amonia (60,81 – 89,14%) serta
menghasilkan efluen yang bersifat tidak toksik akut (LC50 > 100% dan TUa < 1) pada semua
beban konsentrasi air limbah. Analisis fisiologi pada D. magna yang dipaparkan pada efluen
tanpa pengolahan menghasilkan dampak yang signifikan, dengan nilai laju detak jantung dan
gerak thoracic limb yang lebih rendah dibandingkan dengan organisme kontrol (unexposed
control). Sedangkan organisme yang dipaparkan pada efluen dari CW baik dengan maupun
tanpa bakteri tidak berdampak signifikan pada nilai laju detak jantung dan thoracic limb.
Dengan demikian, sistem constructed wetland, baik dengan maupun tanpa inokulasi bakteri,
terbukti efektif dalam menurunkan konsentrasi polutan utama serta mengurangi tingkat
toksisitas akut efluen, sehingga aman bagi organisme akuatik seperti D. magna.
