Hubungan Kebersyukuran dengan Ketahanan Keluarga
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan
ketahanan keluarga. Kebersyukuran dipandang sebagai sikap positif terhadap
kehidupan, yang dapat memengaruhi kualitas hubungan dalam keluarga.
Ketahanan keluarga mengacu pada kemampuan keluarga untuk beradaptasi dan
bertahan dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 219 dengan kriteria
laki-laki dan perempuan, dengan usia 19-29 tahun dan beragama islam. Instrumen
yang digunakan adalah Islamic Gratitude Scale (IGS) dan Family Resilience
Assessment Scale (FRAS). Hasil analisis Spearman’s Rank Correlation
menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kebersyukuran dan
ketahanan keluarga (r = 0.389, p < 0.001). Temuan ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi tingkat kebersyukuran individu, semakin kuat pula ketahanan
dalam keluarganya. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan
sikap bersyukur dapat menjadi strategi penting dalam membangun keluarga yang
tangguh dan harmonis.
Collections
- Psychology [2586]
