Show simple item record

dc.contributor.authorShadiqi, Ihsan Fauzi
dc.date.accessioned2025-05-27T02:40:49Z
dc.date.available2025-05-27T02:40:49Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56044
dc.description.abstractAir tanah, yang jumlahnya sekitar 30.1% dari sumber daya air tawar Bumi, merupakan sumber air yang penting dan berkualitas tinggi, menawarkan keuntungan signifikan dibandingkan sumber air lainnya. Interaksi air dengan formasi geologi secara alami menyaring dan memperkaya air tanah dengan mineral penting. Pertumbuhan penduduk yang cepat di daerah perkotaan, seperti Yogyakarta, meningkatkan permintaan akan air bersih dan memengaruhi kualitas air tanah melalui peningkatan polusi dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dan kualitas air tanah dengan mengevaluasi korelasi statistik. Jumlah dan kepadatan penduduk mengalami peningkatan pada tahun 2019 hingga tahun 2022 yang mengkibatkan water quality index meningkat atau kualitas air menjadi menurun dengan nilai korelasi -0,430 di tahun 2019, -0,202 di tahun 2020, -0,205 di tahun 2021, -0,207 di tahun 2022, sementara pada tahun 2023 jumlah dan kepadatan penduduk meningkat namun mengalami penurunan pada water quality index dengan nilai korelasi 0,102 yang dimana kemungkinan mengalami peningkatan pada proses pegelolaan air yang lebih efektif di tahun ini. Temuan tersebut menunjukkan adanya kemerosotan kualitas air tanah akibat meningkatnya kepadatan penduduk, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan strategi pengelolaan air.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIndeks Kualitas Air Tanahen_US
dc.subjectKorelasi Kualitas Airen_US
dc.subjectHubungan Kulitas Air dengan Kepadatan Peduduken_US
dc.titleHubungan Indeks Kualitas Air Tanah dengan Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18513137


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record