Hubungan Indeks Kualitas Air Tanah dengan Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Yogyakarta
Abstract
Air tanah, yang jumlahnya sekitar 30.1% dari sumber daya air
tawar Bumi, merupakan sumber air yang penting dan berkualitas tinggi,
menawarkan keuntungan signifikan dibandingkan sumber air lainnya. Interaksi air
dengan formasi geologi secara alami menyaring dan memperkaya air tanah dengan
mineral penting. Pertumbuhan penduduk yang cepat di daerah perkotaan, seperti
Yogyakarta, meningkatkan permintaan akan air bersih dan memengaruhi kualitas
air tanah melalui peningkatan polusi dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk
dan kualitas air tanah dengan mengevaluasi korelasi statistik. Jumlah dan kepadatan
penduduk mengalami peningkatan pada tahun 2019 hingga tahun 2022 yang
mengkibatkan water quality index meningkat atau kualitas air menjadi menurun
dengan nilai korelasi -0,430 di tahun 2019, -0,202 di tahun 2020, -0,205 di tahun
2021, -0,207 di tahun 2022, sementara pada tahun 2023 jumlah dan kepadatan
penduduk meningkat namun mengalami penurunan pada water quality index
dengan nilai korelasi 0,102 yang dimana kemungkinan mengalami peningkatan
pada proses pegelolaan air yang lebih efektif di tahun ini. Temuan tersebut
menunjukkan adanya kemerosotan kualitas air tanah akibat meningkatnya
kepadatan penduduk, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan strategi
pengelolaan air.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
