Integrasi Pendekatan Lean Warehousing dan Line Balancing dalam Optimalisasi Kinerja Logistik untuk Reduksi Pemborosan dan Peningkatan Efisiensi Proses Inbound-Outbound Coil pada Sistem Pergudangan HRC
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja logistik pergudangan pada
aktivitas inbound dan outbound coil HRC di PT Krakatau Argo Logistik melalui
integrasi pendekatan Lean Warehousing dan Line Balancing. Permasalahan utama
yang dihadapi adalah keterlambatan distribusi akibat bottleneck operasional,
ketidakseimbangan beban kerja antar proses, serta belum adanya sistem
pengelolaan alur distribusi yang efektif. Metode yang digunakan meliputi
observasi, studi kasus, dan brainstorming, serta pendekatan Root Cause Analysis
(RCA) dengan dukungan Fishbone Diagram, Pareto Chart, dan analisis 5 Whys.
Data yang dianalisis mencakup total keuntungan warehousing Januari–Oktober
2024, faktor penyebab keterlambatan, dan pengukuran waktu baku di setiap
aktivitas kerja. Hasil RCA mengidentifikasi enam faktor dominan yang
berkontribusi terhadap 80,44% keterlambatan. Berdasarkan temuan ini, solusi
dirancang menggunakan metode 5W+1H, meliputi sistem booking slot bongkar
muat, pengembangan buffer area coil outbound, pengukuran waktu baku, checklist
preventif forklift, dan line balancing aktivitas kerja. Implementasi perancangan
menghasilkan peningkatan efisiensi inbound dari 29% menjadi 74%, outbound dari
34% menjadi 62%. Idle time inbound berkurang dari 14.059,21 detik menjadi
1.988,85 detik (penghematan 201 menit), sedangkan outbound berkurang dari
15.504,01 detik menjadi 4.907,28 detik (penghematan 176 menit). Balance delay
inbound turun dari 71% menjadi 26%, outbound dari 66% menjadi 38%, dan
smoothing index menunjukkan distribusi beban kerja yang lebih merata. Temuan
ini membuktikan bahwa integrasi Lean Warehousing dan Line Balancing efektif
dalam mengurangi pemborosan, mempercepat alur distribusi, serta meningkatkan
produktivitas pergudangan coil HRC.
