| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris berbagai faktor potensial
yang mempengaruhi kecenderungan Tindakan kecurangan di Industri Keuangan
dan Perbankan. Kecurangan merupakan bahaya yang selalu mengancam dunia
bisnis maupun non-bisnis. Oleh karena itu, peneliti termotivasi untuk meneliti
faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan kecurangan yaitu
whistleblowing system, kesesuaian kompensasi, dan kompetensi, selain itu juga
menguji secara empiris nilai etika sebagai moderasi. Penelitian ini menggunakan
data primer dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data yang
diperluhkan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada perusahaan
Keuangan dan Perbankan di Indonesia. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu
202 responden. Metode pengumpulan data yaitu snowball sampling. Alat analisis
data yang digunakan yaitu Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Berdasarkan hasil pengujian ditemukan bahwa whistleblowing
system dan kesesuaian kompensasi berpengaruh negatif terhadap kecenderungan
tindakan kecurangan, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh terhadap
kecenderungan tindakan kecurangan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa
nilai etika memperkuat hubungan antara kesesuaian kompensasi dan kompetensi
terhadap kecenderungan tindakan kecurangan, sedangkan nilai etika
memperlemah hubungan antara whistleblowing system dan kecenderungan
tindakan kecurangan. | en_US |