Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) dalam Bentuk Solid Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (S-snedds)
Abstract
Latar belakang: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mengandung kurkumin
dengan bioavailabilitas rendah akibat kelarutan dan stabilitasnya yang buruk.
Formulasi S-SNEDDS dikembangkan untuk meningkatkan kelarutan dan efektivitas
farmakologinya melalui campuran minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan. Namun,
peningkatan bioavailabilitas juga berisiko meningkatkan toksisitas karena sejumlah
besar obat diserap.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil ketoksikan subkronis sediaan
S-SNEDDS temulawak.
Metode: S-SNEDDS temulawak dibuat dengan mencampurkan ekstrak kental
temulawak, Tween 20, dan Labrasol menjadi SNEDDS, kemudian dikeringkan
bersama manitol melalui proses spray drying untuk menghasilkan bentuk padat.
Pengujian toksisitas subkronis mengacu pada panduan OECD 408 dengan
menggunakan 70 tikus jantan dan betina galur Wistar yang terbagi menjadi 6
kelompok. Kelompok kontrol normal dan satelit kontrol diberikan akuades, 3
kelompok perlakuan diberikan sediaan S-SNEDDS temulawak dosis 250; 500; dan
1000 mg/kgBB, dan kelompok satelit dosis tinggi diberikan sediaan S-SNEDDS
temulawak dosis 1000 mg/kgBB selama 90 hari. Pengamatan dilanjutkan selama 28
hari pada kelompok satelit tanpa diberi perlakuan untuk melihat efek reversible.
Parameter yang diamati meliputi gejala klinis dan kematian, berat badan dan pakan
yang dikonsumsi, biokimia klinis, hematologi, pemeriksaan makropatologi, serta berat
organ relatif. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan One Way
Anova pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Pengamatan pada berat badan, profil biokimia klinis, serta hasil pemeriksaan
hematologi dan makropatologi organ utama (limfa, paru-paru, jantung, ginjal, dan hati)
menunjukkan hasil yang masih berada dalam batas normal dan tidak menunjukkan
adanya ketoksikan pada hewan uji, meskipun terdapat beberapa perubahan ringan yang
bersifat adaptif.
Kesimpulan: S-SNEDDS temulawak tidak menyebabkan ketoksikan subkronis
setelah pemberian selama 90 hari pada tikus galur Wistar.
Collections
- Pharmacy [1834]
