Implementasi Model Recurrent Neural Network dan Long Short-Term Memory untuk Peramalan Harga Cryptocurrency (Studi Kasus : Koin Solana)
Abstract
Penelitian ini membahas prediksi harga penutupan harian Solana menggunakan
Recurrent Neural Network dan Long Short-Term Memory. Data yang digunakan
mencakup harga penutupan harian Solana dari Januari 2018 hingga September
2024, dilengkapi dengan variabel hari dalam seminggu dan jadwal kebijakan
moneter bank sentral Amerika Serikat. Evaluasi model dilakukan berdasarkan
akurasi prediksi yang diukur melalui Mean Absolute Percentage Error dan Root
Mean Square Error, serta efisiensi pemodelan yang dilihat dari waktu komputasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Recurrent Neural Network memberikan
performa lebih baik dalam akurasi dan efisiensi, dengan nilai Mean Absolute
Percentage Error sebesar 3,44 persen, Root Mean Square Error sebesar 6,7233
dolar Amerika, dan waktu komputasi selama 4 menit 11 detik. Sementara itu, Long
Short-Term Memory menunjukkan nilai Mean Absolute Percentage Error sebesar
4,43 persen dan Root Mean Square Error sebesar 8,0677 dolar Amerika, dengan
waktu komputasi selama 7 menit 49 detik. Meskipun memiliki akurasi yang sedikit
lebih rendah, Long Short-Term Memory mampu menghasilkan pola prediksi yang
lebih halus dan stabil, sehingga lebih sesuai untuk mendeteksi pola jangka
menengah. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode prediksi perlu
disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan karakteristik data, di mana Recurrent
Neural Network lebih cocok untuk prediksi jangka pendek, sedangkan Long Short-
Term Memory unggul dalam menangkap dinamika pola historis yang lebih
kompleks.
Collections
- Statistics [1223]
