Strategi Portofolio Investasi Berdasarkan Prediksi Long Short-term Memory dan Optimasi Metode Markowitz (Studi Kasus : Most-Traded & Greenest Cryptocurrencies di Indonesia Tahun 2024)
Abstract
Perkembangan teknologi blockchain dalam beberapa tahun terakhir telah
mengubah struktur ekonomi global yang menciptakan tantangan dan peluang baru
dalam dunia investasi. Cryptocurrency sebagai mata uang digital terdesentralisasi
memiliki potensi untuk merevolusi sektor keuangan dengan minat yang terus
meningkat di berbagai industri. Seiring dengan perkembangan pasar
cryptocurrency, pengelolaan risiko dan hasil investasi menjadi aspek yang perlu
diperhatikan secara cermat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi
return harian cryptocurrency menggunakan metode Long Short-Term Memory
(LSTM) dan mengoptimalkan portofolio investasi berdasarkan teori Markowitz.
Fokus utama penelitian ini adalah pada Most-Traded & Greenest Cryptocurrencies
di Indonesia tahun 2024 berdasarkan artikel dari cryptonews.com dan
thecryptobasic.com dengan data historis yang diperoleh dari package R-Studio
Quantmod. Hasil prediksi menggunakan model LSTM menunjukkan rata-rata nilai
akurasi di atas 95% dan MAPE di bawah 5% yang menunjukkan bahwa model
dapat mengenali pola pergerakan harga dengan baik. Setelah dilakukan prediksi,
proses optimasi alokasi aset menggunakan metode Markowitz menghasilkan bobot
optimal yaitu BTC sebesar -0.04056%, USDT sebesar 100.08704%, DOGE sebesar
-0.01772%, XRP sebesar 0.01793%, ETH sebesar 0.01081%, SOL sebesar
0.02441%, AVAX sebesar 0.02392%, DOT sebesar 0.00568%, MATIC sebesar -
0.05198%, dan ADA sebesar -0.01071%. Berdasarkan hasil optimasi tersebut
menunjukkan bahwa portofolio ini memiliki return sebesar -0.00011% dengan
tingkat volatilitas sebesar 0.00528%. Hal ini mengindikasikan bahwa investasi pada
Most-Traded & Greenest Cryptocurrencies di Indonesia Tahun 2024 memiliki
risiko yang relatif rendah dengan potensi keuntungan yang sangat minimal.
Collections
- Statistics [1223]
