Show simple item record

dc.contributor.authorRimbartati, Hapsarista
dc.date.accessioned2025-05-20T04:36:24Z
dc.date.available2025-05-20T04:36:24Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55914
dc.description.abstractDesain pengguliran tidak terbatas dapat meningkatkan jumlah waktu layar dalam mengakses media sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mental dan menurunnya kemampuan kognisi pengguna. Penelitian sebelumnya menunjukkan penurunan tingkat kebahagiaan, kepuasan, dan kesejahteraan hidup yang lebih rendah pada generasi milenial dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Selain itu, terdapat potensi melemahkan daya fokus, gangguan perhatian, dan adiksi juga perlu diwaspadai akibat menggulirkan media sosial. Dengan begitu, perilaku menggulirkan media sosial perlu dikaji lebih jauh untuk mengetahui dinamika psikologis pengguna media sosial. Penelitian ini mengkaji dinamika psikologis pengguna media sosial melalui pendekatan kualitatif. Dengan desain penelitian studi kasus, dua subjek diwawancarai untuk mendapatkan gambaran aspek kognisi, afeksi, dan konasi selama menggulirkan media sosial. Analisis koding dilakukan untuk mengetahui pola hubungan antar aspek mental yang dikaji. Sebagai data pelengkap, dilakukan juga pengamatan berbasis elektroensefalografi selama subjek menggulirkan media sosial. Pengamatan berbasis elektroensefalografi dilakukan untuk mengurangi bias data wawancara dan menambahkan temuan data lapangan berbasis psikoneurosains di ranah teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya mekanisme stress coping selama menggunakan media sosial. Mekanisme koping dapat berubah menjadi maladaptif jika interaksi antar aspek mental tidak seimbang. Selanjutnya, analisis elektroensefalogram menunjukkan dominasi aktivitas gelombang teta di lobus frontal dan anterior frontal otak selama menggulirkan media sosial. Temuan tersebut menunjukkan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar dan terjadinya respon perilaku otomatis. Selain itu, diketahui terdapat keterlibatan modalitas mental individu yang tinggi terhadap aktivitas menggulirkan media sosial. Gelombang frontal teta berkaitan erat dengan kesadaran dan kontrol kognitif untuk merespon berbagai stimulasi yang ditemui. Untuk itu, penting dalam mengatur perilaku menggulirkan media sosial supaya sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectElektroensefalografien_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.subjectPengguliranen_US
dc.titlePerilaku menggulirkan Media Sosial dengan Metode Berbasis Elektroensefalografien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19320145


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record