| dc.description.abstract | Desain pengguliran tidak terbatas dapat meningkatkan jumlah waktu layar dalam
mengakses media sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan
mental dan menurunnya kemampuan kognisi pengguna. Penelitian sebelumnya
menunjukkan penurunan tingkat kebahagiaan, kepuasan, dan kesejahteraan hidup
yang lebih rendah pada generasi milenial dibandingkan dengan generasi
sebelumnya. Selain itu, terdapat potensi melemahkan daya fokus, gangguan
perhatian, dan adiksi juga perlu diwaspadai akibat menggulirkan media sosial.
Dengan begitu, perilaku menggulirkan media sosial perlu dikaji lebih jauh untuk
mengetahui dinamika psikologis pengguna media sosial. Penelitian ini mengkaji
dinamika psikologis pengguna media sosial melalui pendekatan kualitatif. Dengan
desain penelitian studi kasus, dua subjek diwawancarai untuk mendapatkan
gambaran aspek kognisi, afeksi, dan konasi selama menggulirkan media sosial.
Analisis koding dilakukan untuk mengetahui pola hubungan antar aspek mental
yang dikaji. Sebagai data pelengkap, dilakukan juga pengamatan berbasis
elektroensefalografi selama subjek menggulirkan media sosial. Pengamatan
berbasis elektroensefalografi dilakukan untuk mengurangi bias data wawancara
dan menambahkan temuan data lapangan berbasis psikoneurosains di ranah
teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya mekanisme stress coping
selama menggunakan media sosial. Mekanisme koping dapat berubah menjadi
maladaptif jika interaksi antar aspek mental tidak seimbang. Selanjutnya, analisis
elektroensefalogram menunjukkan dominasi aktivitas gelombang teta di lobus
frontal dan anterior frontal otak selama menggulirkan media sosial. Temuan
tersebut menunjukkan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar dan
terjadinya respon perilaku otomatis. Selain itu, diketahui terdapat keterlibatan
modalitas mental individu yang tinggi terhadap aktivitas menggulirkan media
sosial. Gelombang frontal teta berkaitan erat dengan kesadaran dan kontrol
kognitif untuk merespon berbagai stimulasi yang ditemui. Untuk itu, penting
dalam mengatur perilaku menggulirkan media sosial supaya sesuai kebutuhan dan
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari. | en_US |