| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji dan mengusulkan perbaikan kinerja rantai pasok pada proses
procurement Unit Oncology PT Sanbe Farma menggunakan model Supply chain Operations
Reference Digital standard (SCOR DS). Latar belakangnya adalah tingginya permintaan obat
onkologi sekaligus terjadi delays dan ketidaksesuaian jumlah material yang berdampak pada
jadwal produksi. Identifikasi awal melalui observasi dan wawancara mengungkap gap kinerja
pada dua metric reliability level-3, yakni Delivery Quantity Accuracy (RL.3.14), dan Supplier
Achievement to Commit Date (RL.3.15). Tahapan penyelesaian mengikuti kerangka
SCOR DS, Engage (kickoff & pengumpulan data), Define (SWOT, business context, mapping
rantai pasok), Analyze (SCOR assessment, benchmarking, fishbone), Plan (opportunity
analysis, prioritisasi proyek), dan Launch (roadmap implementasi). Analisis akar masalah
mengidentifikasi faktor manual input PO, sistem gudang kurang optimal, serta kurangnya SLA
dan validasi data antara pihak internal dan supplier. Solusi dirancang dalam bentuk tiga proyek
utama: (1) Digital PO Validation & 3/4-Way Matching, (2) Buffer & Schedule Optimization,
dan (3) Vendor Performance Dashboard & SLA Enforcement. Project placemat dan priority
matrix memastikan alokasi sumber daya dan timeline yang terukur. Hasil akhir menunjukkan
setelah implementasi best practices SCOR DS, semua metric level-3 tersebut mencapai 100 %
compliance menghilangkan gap antara kinerja aktual dan target. Pendekatan ini tidak hanya
memperbaiki akurasi pengiriman dan ketepatan waktu, tetapi juga meningkatkan visibilitas
real-time dan kolaborasi dengan supplier. Rekomendasi ini dapat dijadikan blueprint untuk
perbaikan berkelanjutan pada rantai pasok farmasi yang serupa. | en_US |