Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah Minimum, Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Kemiskinan masih menjadi isu penting di hampir semua negara, termasuk Indonesia.
Pengentasan kemiskinan tetap menjadi tema utama pembangunan yang berkelanjutan,
baik di tingkat global maupun nasional. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ukuran
kemiskinan diukur berdasarkan dua komponen utama, yaitu konsumsi makanan dan
konsumsi non-makanan. Untuk konsumsi makanan, BPS menggunakan patokan
sebesar 2.100 kalori per orang per hari, yang diambil dari 52 jenis komoditas makanan
yang dianggap mewakili pola konsumsi penduduk lapisan bawah. Sementara untuk
konsumsi non-makanan, ditentukan dari 45 jenis komoditas yang relevan sesuai dengan
kesepakatan nasional, tanpa membedakan antara wilayah pedesaan dan perkotaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan di
DIY dengan variabel independen yang digunakan adalah tingkat pendidikan dengan
manggunakan data presentase penduduk berusia 15 tahun menurut ijazah tertinggi
SLTA, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), tingkat pengangguran, serta Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang didapatkan melalui website Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan regresi data panel dengan
penggunaan data time series dan cross section di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pengangguran
tidak signifikan, yang srtinya bahwa kedua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh
terhadap kemiskinan. Sedangkan untuk variabel upah minimum Kabupaten/Kota dan
indeks pembanguna manusia berpengaruh signifikan yang artinya variabel tersebut
memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan di DIY.
Collections
- Economics [2702]
