| dc.description.abstract | Diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdiri sendiri
melainkan bisa menghasilkan komplikasi yang mana terdapat komplikasi vaskular
baik dari sistem makrovaskular (penyakit kardiovaskular) dan sistem
mikrovaskuler (ginjal diabetes, retinopati diabetik, dan neuropati). Kasus diabetes
di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kasus diabetes juga
mengakibatkan berkurangnya produktivitas dan beban keuangan individu.
Mengatasi masalah tersebut diperlukan asuransi guna membantu pengeluaran
pemegang polis dalam menghadapi risiko dimasa yang akan mendatang. Produk
asuransi kesehatan yang digunakan untuk penyakit diabetes yaitu produk asuransi
penyakit kritis atau Critical Illness (CI). Penelitian ini menggunakan model multi
status yang didefinisikan 4 keadaan yaitu sehat, diabetes, diabetes dengan
komplikasi, dan meninggal tanpa menggunakan transisi arus balik. Penelitian ini
menggunakan interpolasi kuadratik dan spline yang digunakan untuk melihat nilai
prevalensi setiap usia. Namun pada penelitian ini hanya menggunakan hasil
interpolasi spline dalam perhitungan karena memberikan hasil yang lebih realistis
dan tidak ada lonjakan ekstrem tiap usia dibandingkan interpolasi kuadratik dengan
menggunakan contoh pasien umur 53 tahun. Nilai prevalensi pada perempuan
memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dikarenakan peluang
diabetes pada perempuan pun lebih besar. Hal ini membuat besaran premi pada
perempuan juga lebih besar. Maka dengan menggunakan perhitungan anuitas akhir
dengan pembayaran m kali dalam setahun jumlah premi yang harus dibayarkan oleh
pemegang polis setiap bulannya untuk mendapatkan 2 benefit, 3 benefit, 4 benefit,
dan 5 benefit untuk laki-laki secara berurutan adalah Rp1.689.554, Rp1.697.067,
Rp1.769.612, dan Rp1.934.194. Sedangkan untuk premi bulanan untuk perempuan
secara berurutan adalah Rp2.948.850, Rp2.953.401, Rp3.044.215, dan
Rp3.143.922. | en_US |