Show simple item record

dc.contributor.authorFitri, Syahrifa Dwi
dc.date.accessioned2025-05-16T06:07:49Z
dc.date.available2025-05-16T06:07:49Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/55867
dc.description.abstractPerbankan syariah harusnya dapat memberikan andil yang sangat besar dalam kancah nasional. Dari segi jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama muslim dapat dijadikan sebagai captive market serta kapabilitas bank syariah yang telah teruji mampu menopang perekonomian di saat krisis. Dengan keadaan mendukung tersebut, seharusnya market share perbankan syariah dapat lebih besar dibanding bank konvensional. Oleh karena itu, sangat penting untuk menganalisis pertumbuhan market share pada perbankan syariah dengan memeriksa beberapa indikator baik internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Return On Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Nisbah (bagi hasil), Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), dan Covid-19 terhadap market share perbankan syariah. Data dalam penelitian ini adalah data time series untuk Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS). Data yang digunakan adalah bulanan dari tahun 2017-2022. Penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Bank Umum Syariah (BUS) jangka pendek, variabel ROA dan CAR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap market share, variabel NPF, Nisbah, FDR, BOPO, SBIS dan Covid-19 memiliki pengaruh negatif signifikan, variabel inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan sedangkan pada jangka panjang variabel ROA, Nisbah, BOPO, inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap market share, variabel CAR, SBIS dan Covid-19 memiliki pengaruh positif signifikan, variabel NPF dan FDR memiliki pengaruh negatif signifikan. Kemudian pada Unit Usaha Syariah (UUS) jangka pendek, variabel ROA, CAR, Nisbah, FDR, BOPO, inflasi, dan SBIS memiliki pengaruh positif signifikan terhadap market share, variabel NPF memiliki pengaruh negatif signifikan, variabel Covid-19 tidak memiliki pengaruh signifikan sedangkan pada jangka panjang, variabel ROA, NPF, Nisbah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap market share, variabel CAR dan SBIS memiliki pengaruh positif signifikan, variabel FDR, BOPO, inflasi dan Covid-19 tidak memiliki pengaruh signifikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMarket Shareen_US
dc.subjectROAen_US
dc.subjectCARen_US
dc.subjectNPFen_US
dc.subjectNisbahen_US
dc.subjectFDRen_US
dc.subjectBOPOen_US
dc.subjectInflasien_US
dc.subjectSBISen_US
dc.subjectSBISen_US
dc.titleAnalisis Determinan Market Share pada Perbankan Syariah Di Indonesia Periode 2017-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21918009


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record