Analisis Determinan Market Share pada Perbankan Syariah Di Indonesia Periode 2017-2022
Abstract
Perbankan syariah harusnya dapat memberikan andil yang sangat besar dalam
kancah nasional. Dari segi jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama
muslim dapat dijadikan sebagai captive market serta kapabilitas bank syariah yang
telah teruji mampu menopang perekonomian di saat krisis. Dengan keadaan
mendukung tersebut, seharusnya market share perbankan syariah dapat lebih besar
dibanding bank konvensional. Oleh karena itu, sangat penting untuk menganalisis
pertumbuhan market share pada perbankan syariah dengan memeriksa beberapa
indikator baik internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
pengaruh Return On Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
Financing (NPF), Nisbah (bagi hasil), Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Inflasi, Sertifikat Bank
Indonesia Syariah (SBIS), dan Covid-19 terhadap market share perbankan syariah.
Data dalam penelitian ini adalah data time series untuk Bank Umum Syariah (BUS)
dan Unit Usaha Syariah (UUS). Data yang digunakan adalah bulanan dari tahun
2017-2022. Penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag
(ARDL).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Bank Umum Syariah (BUS)
jangka pendek, variabel ROA dan CAR memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap market share, variabel NPF, Nisbah, FDR, BOPO, SBIS dan Covid-19
memiliki pengaruh negatif signifikan, variabel inflasi tidak memiliki pengaruh
signifikan sedangkan pada jangka panjang variabel ROA, Nisbah, BOPO, inflasi
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap market share, variabel CAR, SBIS dan
Covid-19 memiliki pengaruh positif signifikan, variabel NPF dan FDR memiliki
pengaruh negatif signifikan. Kemudian pada Unit Usaha Syariah (UUS) jangka
pendek, variabel ROA, CAR, Nisbah, FDR, BOPO, inflasi, dan SBIS memiliki
pengaruh positif signifikan terhadap market share, variabel NPF memiliki pengaruh
negatif signifikan, variabel Covid-19 tidak memiliki pengaruh signifikan sedangkan
pada jangka panjang, variabel ROA, NPF, Nisbah memiliki pengaruh negatif dan
signifikan terhadap market share, variabel CAR dan SBIS memiliki pengaruh positif
signifikan, variabel FDR, BOPO, inflasi dan Covid-19 tidak memiliki pengaruh
signifikan.
