| dc.description.abstract | Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium Tuberculosis, dan masih menjadi masalah kesehatan yang serius di
Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo. Tren kasus
Tuberkulosis di kedua wilayah ini mengalami peningkatan yang signifikan sejak
tahun 2021, meskipun sebelumnya sempat menunjukkan penurunan. Fenomena ini
menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang
memengaruhi penyebaran Tuberkulosis, terutama dari aspek lingkungan, sosial,
dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan model regresi Binomial Negatif untuk
mengatasi masalah overdispersi, yaitu kondisi di mana variansi data lebih besar
daripada rata-rata, yang menyebabkan ketidaktepatan penggunaan regresi Poisson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Madiun, faktor signifikan yang
memengaruhi jumlah kasus Tuberkulosis meliputi tinggi wilayah, jumlah penduduk
usia produktif, dan akses sanitasi yang baik. Sementara itu, di Kabupaten Ponorogo,
faktor signifikan yang memengaruhi kasus Tuberkulosis meliputi tinggi wilayah,
jumlah penduduk usia produktif, dan jumlah tenaga kesehatan. Evaluasi model
menunjukkan bahwa regresi Binomial Negatif lebih tepat digunakan dibandingkan
regresi Poisson, mengingat kemampuannya dalam menangani overdispersi. | en_US |