Analisis Daya Saing Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia di Pasar Internasional Periode 1990 – 2023: Studi Perbandingan dengan Malaysia dan Thailand serta Faktor Penentu Revealed Comparative Advantage (RCA) Indonesia
Abstract
Perubahan pola konsumsi dan tuntutan keberlanjutan dari negara-negara
tujuan ekspor minyak kelapa sawit berimplikasi terhadap nilai ekspor komoditi
tersebut. Pada tahun 2023, Indonesia menduduki urutan eksportir terbesar komoditi
minyak kelapa sawit dan mendukung devisa negara. Namun dari sisi nilai ekspor,
Indonesia mengalami penurunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana
posisi RCA Indonesia dibanding negara eksportir lain, seperti Malaysia dan Thailand
serta determinasi faktor-faktor yang mempengaruhi RCA Indonesia di pasar
internasional. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan Autoregressive
Distributed Lag Model (ARDL), sebagai analisis regresi dan menggunakan data times
series yang bersumber dari beberapa laman resmi, seperti United Nations Commodity
Trade Statistic Database (UN COMTRADE), World Bank, dan International Monetary Fund
Data (IMF) dengan tahun periode 1990 – 2023. Nilai RCA mengungkap keunggulan
komparatif dan daya saing ekspor minyak kelapa sawit Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan
komparatif signifikan dalam komoditi minyak kelapa sawit dan berdaya saing di pasar
internasional. Namun perkembangan daya saing Indonesia memiliki perubahan yang
fluktuatif dibanding dengan negara eksportir lain (Malaysia dan Thailand). Sedangkan
faktor RCA Indonesia menunjukkan bahwa dalam jangka panjang Indeks Harga
Konsumen (IHK) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap RCA ekspor
CPO Indonesia. Dan faktor produksi, kurs rupiah terhadap dollar US, dan kebijakan
RSPO memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap RCA ekspor CPO Indonesia.
Collections
- Economics [2634]
