Segmentasi Produk Minuman Tidak Termasuk Produk Susu Berdasarkan Informasi Nilai Gizi menggunakan Metode DBSCAN
Abstract
Diabetes merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi
diproyeksikan mencapai 700 juta pada 2045. Di Indonesia, 19,\.5 juta penduduk
terdiagnosis diabetes, dan 28.7% masyarakat mengonsumsi gula, garam, dan lemak
(GGL) melebihi batas yang direkomendasikan. MBDK (minuman berpemanis
dalam kemasan) yang mengandung GGL meningkat pesat dalam dua dekade
terakhir, menjadikan Indonesia negara ketiga dengan konsumsi tertinggi di Asia
Tenggara. Untuk mengurangi konsumsi MBDK, diperlukan segmentasi produk
sebagai acuan dalam memilih dan mengontrol minuman yang dikonsumsi,
mendukung intervensi kesehatan, dan pengendalian konsumsi produk berisiko.
Data nilai gizi GGL diambil dari tiga toko dan dianalisis menggunakan metode
DBSCAN, yang mampu menangani keragaman data dan mengatasi outlier tanpa
membutuhkan jumlah cluster yang ditentukan sebelumnya. Evaluasi clustering
menggunakan silhouette coefficient dan dunn index memberikan gambaran kualitas
cluster. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar produk memiliki kandungan
lemak rendah, namun kadar gula lebih tinggi, mendekati 15 gram. Proses
standarisasi data dengan z-score dilakukan untuk mengatasi perbedaan skala
variabel. Clustering DBSCAN membagi data menjadi dua cluster utama dan satu
cluster noise. Evaluasi clustering menunjukkan performa yang cukup baik dengan
silhouette coefficient 0.396 dan dunn index 0.137. Profilisasi cluster menunjukkan
bahwa cluster dengan kandungan GGL rendah memiliki risiko diabetes lebih kecil,
sedangkan cluster dengan GGL tinggi memiliki kadar gula, garam, dan lemak yang
lebih tinggi, serta dilakukan uji t yang terbukti terdapat perbedaan signifikan antar
cluster.
Collections
- Statistics [1327]
