| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan portofolio
optimal saham syariah menggunakan metode Sharia Compliant Asset Pricing
Model (SCAPM) pada saham-saham syariah yang terdaftar dalam Jakarta Islamic
Index (JII) periode 2019-2024. Modifikasi CAPM konvensional menjadi SCAPM
dilakukan dengan mengganti variabel risk free rate menggunakan tingkat zakat dan
inflasi agar sesuai dengan prinsi-prinsip syariah. Evaluasi kinerja portofolio optimal
dilakukan menggunakan Treynor Ratio dan Sortino Ratio. penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yaitu data saham
perusahaan yang konsisten terdaftar selama pada JII selama periode pengamatan
Desember 2019 sampai Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
formasi saham pada kedua model SCAPM memiliki kesamaan, tetapi memiliki
proporsi yang berbeda. Portofolio optimal berdasarkan SCAPM Zakat terdiri dari
saham ADRO (13.78%), ANTM (16.89%), INCO (16.56%), dan PGAS (52.76%).
Sedangkan model SCAPM Inflasi menghasilkan portofolio optimal dengan
komposisi saham ADRO (9.88%), ANTM (35.21%), INCO (12.50%), dan PGAS
(42.41%). Expected return portofolio optimal SCAPM Inflasi sebesar 1.39% lebih
tinggi dibandingkan SCAPM Zakat yang sebesar 1.16% serta jauh di atas expected
return IHSG yang hanya mencapai 0.35%. Berdasarkan evaluasi kinerja portofolio,
SCAPM Inflasi menunjukkan performa terbaik dengan Treynor Ratio sebesar
0.5399% dan Sortino Ratio sebesar 3.8007%, lebih tinggi dibandingkan SCAPM
Zakat dengan Treynor Ratio sebesar 0.4595% dan Sortino Ratio sebesar 3.1112%.
Hal ini menunjukkan bahwa SCAPM Inflasi lebih disarankan bagi investor yang
ingin memaksimalkan return dengan risiko terukur. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa baik SCAPM Zakat dan SCAPM Inflasi dapat digunakan sebagai alternatif
dalam pembentukan portofolio optimal saham syariah dengan keunggulan masing-
masing. | en_US |