| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan
manusia, termasuk dalam hal sistem pembayaran. Dalam era digital ini, transaksi
menggunakan uang tunai secara perlahan mulai ditinggalkan dan digantikan dengan
transaksi non-tunai yang lebih cepat dan efisien. Salah satu inovasi dalam dunia
pembayaran digital di Indonesia adalah pengenalan QRIS (Quick Response Code
Indonesian Standard) oleh Bank Indonesia, oleh karena itu penulis ingin meneliti
pengaruh kepuasan terhadap penggunaannya dengan pendekatan Technology
Acceptance Model (TAM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
kepuasan terhadap penggunaan QRIS dengan pendekatan Technology Acceptance
Model (TAM) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-
SEM) untuk menguji hubungan antara persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan,
sikap penggunaan, minat menggunakan, serta kepuasan terhadap penggunaan nyata
QRIS. Lokasi penelitian berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 201
responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan QRIS, persepsi
kemanfaatan memberikan dampak yang lebih besar terhadap minat menggunakan
QRIS. Sikap penggunaan terbukti menjadi faktor paling dominan yang
mempengaruhi minat menggunakan QRIS, berpengaruh positif terhadap
penggunaan nyata, mendukung teori TAM yang menyatakan bahwa niat perilaku
merupakan prediktor utama dalam penggunaan teknologi. Kepuasan pengguna juga
memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan nyata QRIS, yang berarti
bahwa pengguna yang merasa puas dengan pengalaman transaksi digital lebih
cenderung untuk terus menggunakan QRIS dan merekomendasikannya kepada
orang lain. | en_US |