| dc.description.abstract | Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang
menyebabkan terjadinya kecurangan di perguruan tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Faktor –
faktor tersebut terdiri dari kesesuaian kompensasi, keefektifan pengendalian internal,
whistleblowing system, kultur organisasi dan religiusitas. Penelitian ini menggunakan data
primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara langsung baik berbentuk cetak
maupun melalui Google form kepada seluruh pegawai yang bekerja di Top 27 perguruan tinggi
terbaik versi UniRank 2024. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive
sampling dengan kriteria pegawai yang memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Data yang
berhasil dikumpulkan dan sesuai kriteria untuk diolah berjumlah 165 kuesioner. Selanjutnya data
dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Versi 30. Penelitian ini menggunakan teori
atribusi dan teori fraud triangle sebagai landasan teori. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian kompensasi,
keefektifan pengendalian internal, dan religiusitas tidak berpengaruh terhadap terjadinya
kecurangan di perguruan tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan whistleblowing system
dan kultur organisasi pengaruh negatif dan signifikan terhadap terjadinya kecurangan di
perguruan tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. | en_US |