| dc.description.abstract | Zaman yang semakin maju dan modern ini membuat perusahaan asuransi
berkembang, hal ini ditandai dengan banyaknya masyarakat yang berminat untuk
menggunakan jasa asuransi tersebutmasyarakat menganggap bahwa asuransi tidak
dapat dirasakan langsung, mindset masyarakat yang berorientasi pada dimensi
duniawi selalu mengharapkan keuntungan, berbeda halnya dengan masyarakat yang
berorientasi pada dimensi duniawi dan akhirat.Asuransi syariah dijalankan secara
transparan dalam mengelola dananya dan transparansi ini bertujuan untuk
mengoptimalkan keuntungan untuk peserta asuransi secara kolektif maupun
individu. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti
mengambil dari website PT Asuransi JMA Syariah. Dilaksanakan dengan
mengumpulkan data yang relevan serta menambahkan literatur pendukung sebagai
dasar teori dan pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis serta
mengelola data yang telah diperoleh.Yang menjadi instrumen dalam penelitian ini
adalah data laporan keuangan tahunan perusahaan PT Asuransi JMA SyariahTbk
periode pengamatan tahun 2019-2023.Berdasarkan hasil uji statistik memberikan
kesimpulan Dana Tabarru’ tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap total aset,
sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -1,584, nilai signifikansi 0,211,
dan koefisien sebesar -2,692. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) ditolak
dan hipotesis nol (H0) diterima, yang berarti Dana Tabarru’ tidak berdampak secara
signifikan terhadap total aset. Hal ini disebabkan oleh sifat Dana Tabarru’ sebagai
dana kebajikan yang diberikan oleh nasabah secara sukarela untuk membantu
sesama. Dalam praktiknya, perusahaan asuransi memanfaatkan dana ini terutama
untuk membayar klaim yang diajukan oleh peserta, sehingga lebih berorientasi pada
aspek kemanusiaan daripada kepentingan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Namun, dalam beberapa kasus, dana ini dapat dikelola sebagai bagian
dari aset yang dimiliki dan diinvestasikan kepada pihak ketiga. | en_US |