Analisis Deskriptif Preferensi Konsumen Swalayan Pamella Berdasarkan Maslahah
Abstract
Konsumen muslim memiliki perilaku yang tidak jauh berbeda dengan
konsumen konvensional pada umumnya. Perbedaannya terletak pada tujuan akhir
yang ingin dicapai, yaitu pencapaian maslahah maksimum. Konsep maslahah
dalam perilaku konsumen muslim lebih memperhitungkan manfaat dan aspek
kehalalan sesuai dengan tujuan syariat Islam (maqashid syariah), yaitu halal
dalam zat maupun prosesnya. Seorang konsumen muslim diharapkan dapat
merasakan manfaat dari kegiatan konsumsinya, bukan hanya untuk mencari
kepuasan semata. Di sisi lain, konsumen muslim akan memperoleh berkah ketika
ia mengkonsumsi barang/jasa yang halal dan tidak bertentangan dengan ajaran
agama.
Gambaran tentang preferensi konsumen yang berbelanja di Swalayan
Pamella, dapat ditinjau melalui preferensi konsumen terhadap harga, kualitas
produk, pengaruh sosial yang dirasakan konsumen, dan keberkahan. Dalam
melakukan penilaian terhadap preferensi konsumen yang berbelanja di Swalayan
Pamella, digunakan metode Uji Beda Nonparametik Mann-Whitney. Penilaian
preferensi ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsumen yang peduli terhadap
maslahah memiliki preferensi yang lebih tinggi untuk berbelanja di Swalayan
Pamella dibandingkan konsumen yang tidak peduli terhadap maslahah. Untuk
pembahasan ini, penulis menggunakan data primer yang diambil langsung dari
responden (konsumen) yang sedang berbelanja di Swalayan Pamella ketika
diadakan penelitian, selama kurun waktu 1 bulan (30 hari) terhitung dari 27
Januari 2015 – 27 Februari 2015. Hasil yang dicapai penulis bahwasanya
konsumen secara keseluruhan memiliki kepekaan terhadap maslahah melalui
faktor sosial dan faktor berkah, sedangkan faktor produk dan lokasi berpengaruh
negatif terhadap keputusan konsumen untuk berbelanja di Swalayan Pamella
selama maslahah yang mereka peroleh tidak mengalami perubahan.
Collections
- Economics [2702]
