| dc.description.abstract | Saham merupakan instrumen investasi populer yang menawarkan keuntungan
melalui capital gain dan dividen. Indeks LQ45 menjadi acuan utama di pasar saham
Indonesia karena mencakup saham berlikuiditas tinggi dan berkapitalisasi besar.
Namun, tidak semua saham LQ45 selalu menguntungkan, sehingga diperlukan
analisis yang efektif untuk menentukan profitabilitasnya. Analisis fundamental
dengan indikator seperti Price to Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV),
Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan
Earning Per Share (EPS) sering digunakan, tetapi proses manual cenderung
memakan waktu dan rawan subjektivitas.
Penelitian ini menerapkan machine learning untuk mengklasifikasikan saham
LQ45 ke dalam kategori Profit Tinggi, Profit, dan Tidak Profit berdasarkan data
laporan keuangan tahun 2023–2024. Algoritma yang dibandingkan adalah Random
Forest dan Naive Bayes dalam proses klasifikasi ini. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa algoritma Random Forest memiliki performa terbaik dibandingkan Naïve
Bayes dalam mengklasifikasikan profitabilitas saham, dengan akurasi yang lebih
tinggi serta kestabilan prediksi yang lebih baik. Model ini mampu mengidentifikasi
pola dalam data historis saham dan memberikan prediksi yang dapat dijadikan
acuan dalam pengambilan keputusan investasi. | en_US |