Pengaruh Budaya Power Distance terhadap Penerimaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Multazam Provinsi Gorontalo
Abstract
Perkembangan teknologi informasi yang pesat, telah membawa perubahan signifikan dalam
berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor kesehatan. Implementasi Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diperlukan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan
efisiensi layanan kesehatan. Meski 88 % Rumah Sakit di Indonesia telah menerapkan
SIMRS, masih ada yang belum menggunakannya secara optimal. Penelitian ini
mengevaluasi faktor- faktor yang mempengaruhi penerapan SIMRS di Rumah Sakit
Multazam Gorontalo, yang meliputi masalah penginputan data yang duplikat,
ketidaksesuaian job desk dengan struktur organisasi, serta keterbatasan teknologi. Model
evaluasi Task-Technology Fit (TTF) dan Unified Theory of Acceptance and Use of
Technology (UTAUT) digunakan untuk menilai kesesuaian teknologi dengan tugas serta
fakor-faktor penerimaan pengguna. Selain itu, analisis pengaruh budaya Hofstede digunakan
untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya mempengaruhi penerimaan dan penggunaan
SIMRS. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan untuk mengembangkan
strategi penerapan SIMRS yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks budaya di Rumah
Sakit Multazam Gorontalo.
Collections
- Master of Informatics [361]
