Show simple item record

dc.contributor.authorMursanto, Bagas Pandu
dc.date.accessioned2025-04-24T04:00:12Z
dc.date.available2025-04-24T04:00:12Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55359
dc.description.abstractPengelolaan limbah industri menjadi tantangan utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu limbah yang dihasilkan dari industri bumbu makanan adalah lumpur IPAL, yang jumlahnya mencapai 200-400 kg per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toksisitas lumpur IPAL, mengkaji kelayakannya sebagai bahan baku pupuk organik, serta menganalisis efisiensi biaya antara pengelolaan lumpur sebagai limbah B3 dan non-B3. Metode yang digunakan mencakup uji karakteristik limbah, Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), uji LD50, serta analisis unsur hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur IPAL tidak termasuk kategori limbah B3 berdasarkan karakteristik fisiknya serta hasil uji toksisitas yang menunjukkan nilai LD50 di atas 5000 mg/kg, menandakan lumpur ini "praktis tidak toksik". Pengujian unsur hara menunjukkan kandungan nitrogen (N) sebesar 2,01 %, fosfor (P) sebesar 0,02 %, dan kalium (K) sebesar 0,25 % dalam lumpur IPAL berpotensi digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Dari segi efisiensi biaya, pengelolaan lumpur sebagai pupuk lebih menguntungkan dengan efisiensi mencapai 81,16%, dibandingkan biaya pengelolaan lumpur sebagai limbah., strategi pengelolaan lumpur IPAL harus mempertimbangkan aspek efisiensi ekonomi dan regulasi lingkungan agar lebih optimal dalam mendukung industri yang berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEfisiensien_US
dc.subjectLumpur IPALen_US
dc.subjectPupuk Organiken_US
dc.subjectToksisitasen_US
dc.titleAnalisis Kelayakan Lumpur Ipal Industri Bumbu Makanan PT. X Sebagai Pupuk Organiken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22927015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record