Analisis Kelayakan Lumpur Ipal Industri Bumbu Makanan PT. X Sebagai Pupuk Organik
Abstract
Pengelolaan limbah industri menjadi tantangan utama dalam menjaga kelestarian
lingkungan. Salah satu limbah yang dihasilkan dari industri bumbu makanan adalah
lumpur IPAL, yang jumlahnya mencapai 200-400 kg per hari. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi tingkat toksisitas lumpur IPAL, mengkaji kelayakannya sebagai
bahan baku pupuk organik, serta menganalisis efisiensi biaya antara pengelolaan lumpur
sebagai limbah B3 dan non-B3. Metode yang digunakan mencakup uji karakteristik
limbah, Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), uji LD50, serta analisis
unsur hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur IPAL tidak termasuk kategori
limbah B3 berdasarkan karakteristik fisiknya serta hasil uji toksisitas yang menunjukkan
nilai LD50 di atas 5000 mg/kg, menandakan lumpur ini "praktis tidak toksik". Pengujian
unsur hara menunjukkan kandungan nitrogen (N) sebesar 2,01 %, fosfor (P) sebesar 0,02
%, dan kalium (K) sebesar 0,25 % dalam lumpur IPAL berpotensi digunakan sebagai
bahan baku pupuk organik. Dari segi efisiensi biaya, pengelolaan lumpur sebagai pupuk
lebih menguntungkan dengan efisiensi mencapai 81,16%, dibandingkan biaya
pengelolaan lumpur sebagai limbah., strategi pengelolaan lumpur IPAL harus
mempertimbangkan aspek efisiensi ekonomi dan regulasi lingkungan agar lebih optimal
dalam mendukung industri yang berkelanjutan.
