Show simple item record

dc.contributor.authorWibisono, Rifqi
dc.date.accessioned2025-04-24T03:32:35Z
dc.date.available2025-04-24T03:32:35Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55352
dc.description.abstractLatar belakang : Perempuan yang memasuki pra lanjut usia biasanya sudah mengalami masa menopause. Pada masa menopause, fungsi fisiologis perempuan mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular banyak muncul seperti hipertensi. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan pasien seringkali menjadi penyebab terjadinya kegagalan terapi. Kemudahan akses ke fasilitas kesehatan mungkin menjadi faktor yang menentukan kepatuhan pasien. Tujuan Penelitian : Untuk menjelaskan hubungan antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan dengan tingkat kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat. Metode Penelitian : Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder Riskesdas tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi berdomisili di Provinsi Sumatera Barat, yang menjadi responden Riskesdas 2018. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi, bivariat dan multivariat menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil Penelitian : Dari 499 sampel, usia terbanyak adalah 55 - 59 Tahun sebanyak 183 orang (36,7%), pendidikan terbanyak adalah pasien dengan pendidikan rendah yaitu sebanyak 330 orang (66,1%), status pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja sebanyak 252 orang (50,5%), sedangkan komplikasi penyakit terbanyak adalah diabetes melitus sebanyak 57 orang (11,4%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat (p=0,181, OR= 0,240). Sedangkan variabel pendidikan tertinggi dan pernah didiagnosis stroke memiliki hubungan yang signifikan dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat (p=0,002 OR=1,786; p=0,016 OR=2,430). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHipertensien_US
dc.subjectWaktu Tempuhen_US
dc.subjectKerutinan Minum Obaten_US
dc.titleHubungan Waktu Tempuh Ke Fasilitas Kesehatan dengan Kerutinan Minum Obat Pada Perempuan Pra Lanjut Usia Dengan Hipertensi di Provinsi Sumatera Barat: Analisis Data Riskesdas 2018en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711143


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record